082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Barca Merana, Ketika Hasil Seri Seperti Sebuah Keajaiban

Senin, November 28th 2016. | 3. Sport

Senin, 28 November 2016 | 14:01 WIB

Barca Merana, Ketika Hasil Seri Seperti Sebuah Keajaiban

Pelatih Barcelona Luis Enrique membantu anaknya untuk menacapkan bendera saat merayakan kemenangan 3-1 atas Juventus pada Final Liga Champions di Olympiastadion, Berlin, Jerman, 6 Juni 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

TEMPO.CO, Jakarta – Tiga belas pertandingan, hanya sekali berada di puncak klasemen. Itulah yang terjadi dengan Barcelona di musim ini. Padahal, tim asuhan Luis Enrique ini berstatus juara bertahan.

Satu-satunya kesempatan menempati puncak itu didapat di awal musim. Setelah itu, El Blaugrana terus naik turun dan umumnya hanya menempati posisi kedua klasemen, di bawah Real Madrid.

Kedigjayaan Lionel Messi dan kawan-kawan memang tak seperti sebelumnya. Musim ini mereka sudah dua kali kalah dan tiga kali ditahan seri lawan, termasuk oleh Real Sociedad (1-1) pada Senin dinihari.

Luis Enrique menyebut tampilan melawan Sociedad merupakan yang terburuk yang ditunjukkan timnya di masa kepemimpinanya. Dalam laga ini, mereka baru bisa melakukan tembakan terarah ke gawang lawan pad amenit ke-41. Mereka juga Barca kebobolan lebih dahulu oleh gol Willian Jose, meski akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat aksi Lionel Messi.

“Untuk bisa finis 1-1, hampir seperti keajaiban,” kata Enrique. “Kemenangan akan jadi hasil tak adil bagi kami dan saya harus menyelamati Real.”

Enrique lantas mengungkap sederet kelemahan timnya di laga itu. “Kami bahkan tak bisa melakukan lima umpan secara terus menerus. Saat memegang bola, kami benar-benar bencana,” kata dia. “Mereka menekan kami dengan enam pemain dan kami tak bisa menemukan umpan jarak menengah atau jarak jauh.”

“Kami bahkan tak bisa memenangi lima persen duel,” kata dia lagi. “Di babak kedua kami membaik, tapi jauh dari cukup. Kami bisa menyamakan kedudukan karena insiden terpisah melibatkan Messi dan Neymar, tapi selain itu sedikit yang terjadi.”

Baca:Pique: Kalau Begini, Barcelona Akan Sulit Juara

Kini Barcelona tertinggal enam poin dari Real Madrid di puncak klasemen. Apakah Barca sudah menyerah? “Untuk menyerah (dalam perebutan gelar) pada laga ke-13 akan seperti dilebih-lebihkan,” kata Enrique. “Kami harus mulai memperbaiki diri. Kami melakukan tampilan terburuk pada era kami dan kami harus menunjukkan Barca yang berbeda pada Clasico.”

Barca dan Madrid akan berduel dalam laga selanjutnya, 3 Desember mendatang.

SOCCERWAY | NURDIN

Baca:
Pimpin PSSI, Edy Targetkan Timnas Lolos Olimpiade 2024
MU Seri Lagi, Julia Roberts Umbar Senyum di Old Trafford

 

 

Artikel lain Barca Merana, Ketika Hasil Seri Seperti Sebuah Keajaiban