082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Cerita di Balik Penunjukkan Riedl Sebagai Pelatih Timnas AFF

Senin, November 28th 2016. | 3. Sport

Senin, 28 November 2016 | 15:30 WIB

Cerita di Balik Penunjukkan Riedl Sebagai Pelatih Timnas AFF

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) saat ditemui TEMPO di kantornya Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 22 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta – Tim nasional Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2016. Tim Merah Putih melaju ke babak berikutnya sebagai runner up mendampingi Thailand yang mmenjadi juara Grup A.

Indonesia memastikan ke semifinal setelah menekuk Singapura 2-1 pada laga ketiga babak penyisihan Grup A, Jumat, 25 November 2016. Indonesia mengemas 4 poin. Dua laga sebelumnya, Indonesia takluk 2-4 atas Thailand dan imbang 2-2 lawan Filipina.

Di semifinal AFF, Indonesia menghadapi juara Grup B yaitu Vietnam, dengan format kandang dan tandang. Sesuai jadwal, Indonesia lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah pada Sabtu, 3 Desember 2016. Berikutnya, 7 Desember 2016, Vietnam yang berperan sebagai tuan rumah.

Baca: Timnas Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF, Ini Jadwalnya

Keberhasilan timnas Indonesia di ajang AFF kali ini tak lepas dari peran Alfred Riedl. Pelatih asal Austria yang pernah membawa timnas Indonesia ke final AFF 2010 itu kembali dipercaya menangani Indonesia saat PSSI belum mempunyai pengurus tetap. Bagaimana ceritanya?

Dalam wawancara eksklusif Tempo dengan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi pada Selasa, 22 November 2016, disinggung alasan PSSI memanggil Riedl untuk menangani timnas di AFF 2016.

Baca: Timnas ke Semifinal Piala AFF, Ini Target Ketua PSSI

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu menuturkan, pada sekitar Juni lalu, dia berbincang dengan Joko Driyono – sekarang menjadi Wakil Ketua PSSI. Dalam pembicaraan yang berlangsung di Markas Kostrad itu dibahas soal Piala AFF.

“Terpikir bahwa Indonesia bisa bermain di Piala AFF setelah FIFA mencabut pembekuannya. Tapi kami tidak tahu siapa yang bakal bermain. Saya minta Pak Joko menelpon Alfred. Kebetulan Alfred menganggur dan dia mau menangai Indonesia,” kata Edy, dikutip dari Majalah Tempo edisi 28 November 2016.

Baca: Timnas Siapkan Strategi Berbeda di Semifinal Piala AFF

Edy kemudian memanggil Hinca Panjaitan yang saat itu menjabat sebagai petugas pelaksana Ketua PSSI. “Lalu saya minta legalitas Hinca Panjaitan. Saya bilang, tolong pakai “kendaraan” Anda untuk memanggil Alfred Rield. Eh, lima menit kemudian sudah muncul di running text televisi bahwa Alfred dipanggil PSSI,” ujarnya. Mengenai gaji Riedl, kata Edy yang juga menjabat sebagai Direktur PS TNI, dari klubnya. “Yang menggaji PS TNI.”

Apa pertimbangan Edy menunjuk Riedl? Salah satu alasannya, kata dia, faktor pengalamannya menangani timnas Indonesia di AFF. “Karena saat itu tidak ada pilihan dan waktunya sangat pendek. Kemudian pelatih yang sangat familiar dengan Piala AFF, ya, Alfred. Jadi sebenarnya kita minta tolong kepada Alfred. Dia dikontrak sementara untuk AFF 2016.

RINA WIDIASTUTI

Artikel lain Cerita di Balik Penunjukkan Riedl Sebagai Pelatih Timnas AFF