082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Chapecoense, Leicester Versi Brasil yang Direnggut Tragedi  

Rabu, November 30th 2016. | 3. Sport

Rabu, 30 November 2016 | 10:59 WIB

Chapecoense, Leicester Versi Brasil yang Direnggut Tragedi

Seorang penggemar tim Chapecoense menangis di dalam stadion Arena Conda setelah mendapat kabar pesawat tim mengalami kecelakaan di Chapeco, Brasil, 29 November 2016.Sebanyak 76 orang, dari total 81 orang yang ada di dalam pesawat, tewas akibat peristiwa tersebut. AP/Andre Penner

TEMPO.CO, Jakarta – Chapecoense, klub sepak bola Brasil yang mengalami kecelakaan pesawat di Medellin, Kolombia, Selasa dinihari waktu setempat, sedang berada di tengah-tengah musim di mana mereka bisa menciptakan dongeng yang bakal tercatat dalam sejarah klub itu, seandainya saja pesawat mereka tidak jatuh dan menewaskan hampir semua anggota tim.

Pekan ini seharusnya menjadi minggu kejayaan buat klub yang berasal dari Chapeco–kota di selatan Brasil yang berpopulasi sekitar 210 ribu jiwa–ini. Mereka terbang ke Medellin untuk menjalani final leg pertama Copa Sudamericana–kejuaraan kontinental CONMEBOL (federasi sepak bola Amerika Selatan) tier kedua di bawah Copa Libertadores. Ini final kejuaraan kontinental pertama mereka.

Baca:Pesawat Rombongan Pemain Bola Jatuh, Brasil Berkabung 3 Hari

Cerita Chapecoense agak mirip kisah Leicester City, setidaknya dari segi kejutan yang mereka buat. Chapecoense baru dipromosikan ke Serie A, liga kasta tertinggi Brasil, tiga tahun lalu. Namun, dengan satu pertandingan tersisa musim ini, mereka ada di peringkat kesembilan. Tidak seperti Leicester City, mereka memang belum menjadi juara. Namun, setidaknya klub kecil ini bisa berada di atas klub-klub lain yang punya sejarah lebih bersinar dan duit lebih banyak.

Chapecoense baru muncul pada 1970-an. Mereka hasil merger dua klub amatir. Tahun 2008 adalah masa terburuk mereka–tidak lolos bahkan di tier keempat liga nasional Brasil. Namun, setelah itu mereka mampu bangkit di tahun-tahun selanjutnya–finis di tempat ketiga Serie-D; finis di tempat ketujuh, kelima, dan ketiga di Serie-C; kedua di Serie-B; ke-15. 14. dam 9 di Serie-A musim ini (dengan satu pertandingan tersisa).

Baca:Kisah Anak Manajer Klub Brasil yang Selamat dari Kecelakaan

Tim ini boleh dibilang salah satu tim kecil di Brasil. Leg kedua final Copa Sudamericana bahkan rencananya tidak akan diadakan di Chapeco. Sebab, stadion di kota itu, Arena Conda, tidak memenuhi standar untuk mengadakan final kejuaraan internasional.

THE GUARDIAN | GADI MAKITAN

Baca:
Walcott Mendadak Tajam, Ternyata Janji Istri Jadi Pemacunya
Conte dan Guardiola Beda Gaya, Siapa Bakal Jadi Pemenang?
5 Fakta Tentang Ben Woodburn, Pencetak Gol Termuda Liverpool  

 

Artikel lain Chapecoense, Leicester Versi Brasil yang Direnggut Tragedi