082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Curi Perhatian Lewat e-Village, Banyuwangi Diusulkan Raih SAKIP A

Senin, November 21st 2016. | 1. Berita & Politik




Banyuwangi – Dalam menilai kinerja suatu kementerian, lembaga hingga pemerintah daerah, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) punya Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Mereka yang mendapat SAKIP A artinya memiliki kinerja baik dan menjadi role model bagi yang lainnya.

Menpan RB Asman Abnur menyebut, tahun depan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Sleman, diusulkan meraih SAKIP A. Pengumuman apakah kedua kabupaten tersebut layak mendapat SAKIP A atau tidak akan disampaikan pada Maret 2017.

“Banyuwangi salah satu kabupaten yang diusulkan meraih SAKIP A. Jadi ada dua yang diusulkan meraih SAKIP A, yakni Banyuwangi dan Sleman. Karena itu, siap-siap bagi Bupati Banyuwangi kedatangan banyak tamu dari daerah lain untuk belajar,” kata Menpan dalam lawatannya ke Banyuwangi, Minggu (20/11/2016).

Menpan menjelaskan, pada tahun 2015 Banyuwangi meraih predikat SAKIP BB. Meski demikian, Banyuwangi merupakan yang terbaik di Jawa Timur.

Tahun lalu daerah yang meraih SAKIP A hanya dua provinsi dan satu pemerintah kota. Untuk tingkat provinsi yang meraih SAKIP A adalah Jawa Timur dan Di Yogyakarta, sedangkan pemerintah kota yang meraih SAKIP A adalah Kota Bandung.

“Selama ini belum ada kabupaten yang meraih SAKIP A. Makanya di tahun depan ini ada dua rencananya yang akan kita beri predikat A,” ungkap Asman.

Mengenai alasan Banyuwangi diusulkan meraih SAKIP A, kata Asman, karena Banyuwangi masuk dalam 59 role model kebijakan pelayanan publik yang akan diterapkan secara nasional. Salah satunya adalah kebijakan e-village milik Banyuwangi.

“E-village Banyuwangi selalu saya dengungkan ketika berkunjung ke daerah. Kebijakan-kebijakan Banyuwangi berasaskan manfaat. Ini bisa dilihat dari kebijakan Banyuwangi yang memberikan banyak manfaat untuk masyarakat ” kata Asman.

Diharapkan dari kebijakan pelayanan publik yang ada itu, terus menular ke daerah-daerah lainnya. Asman menuturkan, sudah bukan saatnya lagi daerah melakukan studi banding. Saat ini waktunya daerah untuk melakukan studi tiru. Kebijakan-kebijakan yang telah terbukti baik, dicopy lalu ditiru.

“Dari dulu daerah-daerah itu kerjaanya hanya banding-bandingin saja. Itu bukan zamannya lagi. Masak meniru saja tidak bisa. Kalau tidak mau meniru, sudah berhenti saja jadi kepala daerah ” tutur Asman.

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB M Yusuf Ateh menambahkan, secara kasat mata Banyuwangi sudah bagus, layak mendapat nilai A. Pihaknya sangat mendorong Banyuwangi bisa mendapat SAKIP A. Ini agar bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lainnya.

“Daerah yang memiliki SAKIP A, yang memiliki nilai 80 ke atas, merupakan daerah yang efektif mengeluarkan anggaran. Penggunaan anggaran jelas untuk apa. Selain itu, kepala dinas dan pegawai negeri sipil (PNS), memiliki target dalam bekerja,” papar Ateh.

Curi Perhatian Lewat e-Village, Banyuwangi Diusulkan Raih SAKIP AFoto: Ardian Fanani/detikcom

(rna/rna)

Artikel lain Curi Perhatian Lewat e-Village, Banyuwangi Diusulkan Raih SAKIP A