082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Di Belanda, Sri Mulyani Jelaskan Perkembangan Ekonomi Indonesia

Selasa, November 15th 2016. | 1. Berita & Politik





Den Haag – Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini salah satu tertinggi di dunia. Upaya presiden memangkas birokrasi juga telah mendorong minat investasi asing dan domestik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan hal itu dalam pengantar dialog dengan mahasiswa dan diaspora Indonesia di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, Minggu (13/11/2016) waktu setempat.

“Pertumbuhan antara lain didorong oleh sektor jasa seperti perbankan, transportasi, dan telekomunikasi,” ujar Menkeu dalam dialog yang dibuka oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja.

Menkeu menjelaskan upaya-upaya pemerintah terkini utamanya dalam pembangunan ekonomi yang lebih sehat, melalui pembangunan infrastruktur fisik dan sumber daya manusia (SDM).

“Dalam pembangunan SDM, pemerintah telah mengalokasikan 20% dari APBN untuk pendidikan, dan beasiswa LPDP adalah salah satu program yang diprakarsai untuk pembangunan SDM Indonesia,” imbuh Menkeu.

Menurut Menkeu, saat ini terdapat sekitar 15.572 mahasiswa yang mendapatkan dana pendidikan untuk belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik di seluruh dunia melalui program beasiswa LPDP.

Untuk Belanda terdapat 872 penerima beasiswa LPDP di mana 673 mahasiswa belajar pada tingkat Master dan 199 pada tingkat Doktoral.

“Pendidikan merupakan salah satu investasi sangat penting dalam rangka membangun manusia Indonesia sebagai salah satu syarat ekonomi menjadi sehat,” tandas Menkeu.

Sementara itu di depan diaspora, Menteri Keuangan menjelaskan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh presiden Joko Widodo dalam memangkas birokrasi, sehingga perizinan dapat dilakukan lebih cepat dan satu pintu.

“Hal ini telah mendorong minat investasi di Indonesia, baik asing maupun domestik,” jelas Menkeu.

Menkeu juga menjelaskan mengenai pentingnya program Tax Amnesty dan mengingatkan kepada para wajib pajak untuk membayar pajak secara tertib dan benar sesuai peraturan.

Aisha Fauzia, yang tengah belajar di Universitas Leiden, menyampaikan kesannya setelah mendengar paparan dari Menkeu. Dia merasa lebih semangat dalam belajar, karena telah menggunakan uang rakyat pembayar pajak.

“Saya akan lebih bertanggungjawab dalam belajar dan segera kembali mengabdi di institusi di mana saya bekerja,” cetus Aisha.

Dialog dengan Menkeu diikuti oleh 250 mahasiswa dan 200 diaspora Indonesia di Belanda dalam sesi terpisah. Dalam sesi dengan diaspora juga terdapat pengurus PPI Belanda, dan Indonesia-Netherland Youth Society (INYS).

(es/jor)

Artikel lain Di Belanda, Sri Mulyani Jelaskan Perkembangan Ekonomi Indonesia