082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Geledah Kantor dan Rumah Berkaitan Kasus Suap Pajak, KPK Sita Dokumen

Rabu, November 23rd 2016. | 1. Berita & Politik





Jakarta – Penyidik KPK melakukan upaya penggeledahan di sejumlah lokasi berkaitan dengan kasus suap yang menjerat pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Penggeledahan itu dilakukan untuk mencari jejak-jejak tersangka dalam kasus itu.

Ada 4 lokasi yang digeledah sejak Selasa malam hingga pagi tadi sekitar pukul 04.00 WIB. Penyidik KPK pun berhasil mengamankan sejumlah dokumen di lokasi tersebut.

“Jadi sejak tadi malam sampai dengan sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, penyidik KPK melakukan penggeledahan secara paralel,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2016).

Empat lokasi yang digeledah yaitu:

1. Kantor Ditjen Pajak Jalan Gatot Subroto, Kavling 40-42, Jakarta.
2. Kantor PT EK Prima Ekspor Indonesia di Graha EK Prima, Ruko Textile Blok C3/Raya, Jalan Mangga Dua nomor 12, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
3. Kediaman tersangka Rajesh Rajamohanan Nair di The Royale Springhill Residence, Jalan Benyamin Suaeb Blok D7, Kemayoran, Jakarta Pusat.
4. rumah kos tersangka Handang Soekarno di belakang kantor Ditjen Pajak.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik KPK melakukan penyitaan sejumlah dokumen termasuk surat tagihan pajak (STP) terkait kasus suap tersebut. Namun, tidak ada uang yang disita dalam penggeledahan itu.

“Penyidik menyita hard copy dokumen dari penggeledahan tersebut. Termasuk dokumen STP yang diduga berkaitan dengan pemberian uang kemarin itu. Tidak ada uang yang disita kembali,” ujar Priharsa.

Sebagaimana diketahui, Handang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik KPK pada Senin (21/11) malam. Ia diduga menerima suap dari Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia, Rajesh Rajamohanan Nair.

Handang menerima uang sejumlah USD 148.500 atau senilai Rp 1,9 miliar. Pemberian ini adalah tahap pertama dari total uang yang akan diberikan sebanyak Rp 6 miliar. Suap ini dilakukan untuk menangani permasalahan pajak dari PT EKP yang totalnya Rp 78 miliar.

Kedua tersangka sudah ditahan penyidik KPK untuk 20 hari ke depan. Mereka ditahan di dua rumah tahanan terpisah. Tersangka Handang ditahan di Rutan KPK dan Rajesh di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

(jbr/dhn)

Artikel lain Geledah Kantor dan Rumah Berkaitan Kasus Suap Pajak, KPK Sita Dokumen