082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Hapus UN, Mendikbud Jangan Hanya Terpengaruh Desakan dari Medsos

Sabtu, November 26th 2016. | 1. Berita & Politik





Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memutuskan menghapus Ujian Nasional (UN). Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio berpendapat UN masih diperlukan untuk mengukur kemampuan siswa.

“Saya bukan ahli pendidikan tapi apapun tingkatnya, jenis profesi harus ada ujian sertifikasi,” kata Agus di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2016).

Menurut Agus, UN masih diperlukan untuk mengukur kemampuan siswa pada jenjang tertentu seperti halnya ujian profesi. Meski demikian, harus ada pembenahan dan caranya bukan dengan menghapus UN.

“Seperti wartawan di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ada tingkat pemula, madya dan lanjut. Itu mengukur kemampuan wartawan hingga menjadi pemred. Cuma mungkin mekanisme ujiannya ya diperbaiki seperti apakah ujian tidak perlu hal-hal yang tidak terlalu rumit persyaratannya,” beber Agus.

Agus meminta pemerintah dapat menelisik lebih jauh soal kebijakan penghapusan ujian siswa tersebut. Untuk memutuskan kebijakan seperti menghapus UN, Agus meminta pemerintah tidak terpengaruh opini-opini dari media sosial (medsos).

“Menteri tidak boleh terpengaruh media sosial. Boleh media sosial dipakai tapi hanya untuk referensi. Tetap mereka harus punya ahli-ahlinya. Di sidang kabinet dibahas, sidang rapat dibahas. Jadi bukan hanya percaya pada desakan dari media sosial, yang (seperti) itu asal. Tapi buat saya berapa pun level pendidikannya harus ada sertifikasinya,” kata Agus.

Mendikbud Muhadjir Effendy memoratorium pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Dia tak ingin UN jadi momok yang membuat siswa stres.

Namun Presiden Jokowi mengatakan, saat ini rencana penghapusan UN tersebut masih dalam proses. Nantinya, dia akan memanggil sejumlah menteri untuk rapat terbatas (ratas) terkait opsi penghapusan UN itu.

(nwy/nwy)

Artikel lain Hapus UN, Mendikbud Jangan Hanya Terpengaruh Desakan dari Medsos