082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Kevin/Marcus Jadi Ganda Putra Masa Depan Indonesia

Selasa, November 22nd 2016. | 3. Sport

Selasa, 22 November 2016 | 09:13 WIB

Kevin/Marcus Jadi Ganda Putra Masa Depan Indonesia

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses merebut podium utama di China Open Super Series Premier 2016. badmintonindonesia.org

TEMPO.CO, Fuzhou – Pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, berhasil merebut juara pada turnamen Cina Terbuka Super Series Premier 2016. Ini menjadi gelar pertama buat Kevin/Marcus di turnamen bergengsi Super Series Premier pada Minggu, 20 November 2016.

Pasangan ganda putra masa depan Indonesia itu sebenarnya baru mulai berpasangan tahun lalu. Namun prestasinya langsung melejit dengan merebut berbagai gelar juara. Bahkan sudah empat gelar dikoleksi tahun ini dan satu gelar tahun lalu. “Kami sangat senang bisa menjadi juara di sini. Ini merupakan gelar keempat kami tahun ini setelah dua Super Series dan Grand Prix Gold,” kata Marcus.

Kevin juga menyatakan kegembiraannya karena kali ini mereka merebut gelar di Super Series Premier. “Step by step bisa merebut gelar, kami bisa dapat sedikit-sedikit. Tapi, ya, masih banyak yang harus kami kejar,” kata Kevin, yang tahun lalu menang satu kali di Grand Prix.

Kevin/Marcus dalam laga final Cina Terbuka pada Minggu mengalahkan unggulan keempat, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Mereka menang dua game langsung atas pasangan Denmark tersebut dengan skor 21-18 dan 22-20. Marcus dan Kevin mengatakan bahwa kunci kemenangan mereka adalah berusaha tampil sebaik mungkin dan menikmati jalannya pertandingan.

“Walaupun tertinggal perolehan poin, kami terus coba lagi selama pertandingan belum berhenti. Buktinya, kami sudah mau kalah, tapi ternyata masih bisa menang. Jadi coba aja dulu. Kita belum tahu ke depannya ada apa, yang penting berani di lapangan,” kata Marcus, yang berpasangan dengan Markis Kido sebelum dengan Kevin.

Sementara Kevin, yang usianya lebih muda dari Marcus, mengatakan selalu berusaha melakukan yang terbaik dan menikmati permainan. “Kalau dipikir terlalu jauh, sepertinya susah banget untuk bisa menang, tapi ternyata bisa,” ujar pemain berusia 21 tahun asal klub Djarum itu.

Mereka mengaku sempat tegang di poin-poin akhir game kedua. Sudah unggul 20-16, mereka malah tersusul lawan sehingga menjadi 20-20. Beruntung, akhirnya dua poin berikutnya dapat diamankan pasangan Indonesia. “Pas sudah mau menang, saya malah tegang. Takut enggak jadi menang karena ini merupakan pengalaman pertama saya juga di Premier,” kata Kevin, yang ingin tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

PBSI| DJARUM

Artikel lain Kevin/Marcus Jadi Ganda Putra Masa Depan Indonesia