082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

KPK Telisik Peran Cak Imin di Kasus Pemerasan Proyek Transmigrasi

Selasa, Desember 6th 2016. | 1. Berita & Politik





Jakarta – KPK masih menelusuri bukti-bukti terkait pihak yang menikmati uang suap di Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KTrans) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) pada tahun anggaran 2014.

Pada Rabu, 2 Maret 2016, saat sidang dengan agenda tuntutan terdakwa Jamaluddien Malik, jaksa penuntut umum KPK menyebut mantan Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemenakertrans itu membagikan duit setoran dari PPK ke sejumlah nama. Cak Imin, panggilan karib Muhaimin Iskandar, disebut menerima duit sebesar Rp 400 juta.

“Putusan yang menyebutkan ada Rp 400 juta pada Muhaimin Iskandar, tentu akan didalami penyidik,” kata Yuyuk di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/12/2016).

Cak Imin sendiri pernah menjalani pemeriksaan di KPK terkait hal itu. Ketika itu dia dipanggil sebagai saksi Jamaluddien yang merupakan anak buahnya di Kemenakertrans. Saat itu dia mengaku dicecar soal pengelolaan anggaran di Kemenakertrans, semasa Cak Imin duduk sebagai Menakertrans.

“Saya tadi ditanya oleh penyidik tentang berbagai sistem penganggaran di Kemenakertrans, mulai dari bagaimana hubungan dengan DPR, bagaimana hubungan saya dengan Pak Jamal,” kata Cak Imin di KPK, (28/10/2015).

Cak Imin mengaku tidak mengetahui tentang kasus pemerasan yang menjerat Jamaluddien Malik. Ia mengaku apa yang dilakukannya semasa menjabat sebagai Menakertrans sudah sesuai prosedur.

“Semua sudah saya jelaskan bahwa prosedur kebijakan telah kita lampaui dan saya tidak tahu-menahu apa yang disebut sebagai yang dituduhkan pada Pak Jamal,” jelas Cak Imin.

Tentang aliran uang itu, Jamaluddien pernah membantahnya melalui nota pembelan (pledoi). Dia mengaku tidak ada pihak lain, termasuk Menakertrans saat itu Muhaimin Iskandar yang mendapatkan aliran uang dalam kasus yang menjeratnya.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK hari ini menetapkan anggota DPR Komisi II Charles Jones Mesang (CJM) sebagai tersangka. KPK pun tidak menutup kemungkinan pemanggilan pihak-pihak yang terkait dalam kasus tersebut.

“Hari ini, tersangka yang saya umumkan CJM juga pengembangan kasus terdahulu. Jadi tidak menutup kemungkinan penyidik KPK akan memanggil saksi-saksi yang diduga berkaitan dan juga disebut dalam keputusan atau dalam fakta-fakta persidangan,” ujar Yuyuk.

Charles yang yang saat itu bertugas di Komisi IX DPR RI menerima duit sebesar Rp 9,75 miliar. Hal ini sebagai wujud realisasi komitmen sebesar 6,5 persen dari dana optimalisasi yang sudah disetujui yaitu sebesar Rp 150 miliar. Ia menerima uang dari Jamalauddien.

(jbr/dhn)

Artikel lain KPK Telisik Peran Cak Imin di Kasus Pemerasan Proyek Transmigrasi