082225427456
082225427456
082225427456
D7701234

Seri Penentuan Abu Dhabi, Rosberg Mengejar Jejak Ayah

Sabtu, November 26th 2016. | 3. Sport

Pembalap Mercedes Nico Rosberg, mengangkat pialanya saat berada di podium setelah berhasil menang pada Grand Prix Jepang di Sirkuit Internasional Suzuka, Jepang, 9 Oktober 2016. Nico Rosberg merebut kemenangan kesembilannya musim ini saat tampil di Sirkuit Suzuka. AP/Toru Takahashi

Sabtu, 26 November 2016 | 09:10 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Keke Rosberg, ayah Nico Rosberg, memilih berada di depan televisi untuk melihat siaran langsung Grand Prix Abu Dhabi, Ahad esok. Dia akan berada di rumahnya di Monaco saat anaknya itu selangkah lagi mengikuti jejaknya menjadi juara dunia di musim 2016.

Rosberg kali ini di ambang juara setelah menempati klasemen puncak balapan F1 dan hanya terpaut 12 poin dengan urutan kedua, yang ditempati Lewis Hamilton. Kedua pembalap yang berada di bawah naungan tim Mercedes itu masih bersaing ketat sampai balapan terakhir nanti.

Peluang Rosberg lebih besar karena dia tak butuh meraih juara di sirkuit Yas Marina. Dia cukup finis di urutan ketiga untuk memastikan meraih gelar juara dunia. Sepertinya Rosberg tak banyak menemui kesulitan mencapainya karena dia mencapai finis tercepat di tempat ini tahun lalu.

Sebenarnya Keke Rosberg sudah mulai mengurangi kehadirannya di paddock—tempat pembalap dan mekanik bertemu—mulai musim ini. Dan dia memutuskan tak hadir langsung dalam balapan terpenting bagi anaknya nanti di Abu Dhabi. Menurut dia, keputusannya itu bijaksana untuk membiarkan Nico menjadi manusia mandiri.

Keke adalah juara dunia F1 pada 1982. Setelah pensiun dan anaknya mengikuti jejaknya menjadi pembalap F1, Keke selalu hadir selama hari-hari awal Nico saat masih bergabung dengan tim  Williams. Ketika mereka berada di sirkuit, selalu saja ada omongan di belakang soal anak dan bapak itu.

Sang anak selalu dibandingkan dengan ayahnya. Mulai dari prestasi hingga pergaulannya. Berkumis lebat dan jago mengemudi, Keke Rosberg dianggap lebih menyenangkan daripada anaknya. Dia murah senyum dan mudah ditemui. Apalagi dia sudah merebut juara dunia pada 1982, sedangkan Nico belum pernah.

Keke, yang nama aslinya Keijo Erik Rosberg–sebutan Keke untuk memudahkan media mengingat namanya–lebih punya nyali menginjak pedal gas dalam  balapan pada masa itu, yang belum mengutamakan keselamatan. Selama karier di F1 (1978-1986), ada lima pembalap tewas, termasuk dua pembalap pada 1982 ketika Rosberg memenangi kejuaraan.

“Itu mungkin salah satu dari beberapa kesempatan ketika saya telah kehilangan kontrol diri,” kata Keke Rosberg. “Kesenangan semata-mata menyalip profesionalisme.”

Nico Rosberg tidak peduli ihwal kritik soal dirinya dan ayahnya.  “Aku di sini untuk memenangi perlombaan, bukan untuk menyenangkan semua orang yang ada di luar sana,” kata dia.

Kini, Rosberg di ambang juara dunia 2016. Jika berhasil meraihnya, dia akan menyamai pencapaian Damon Hill, yang meraih gelar juara dunia selang 34 tahun setelah ayahnya, Graham Hill, meraih juara dunia pertama kali. 

Pada 1996, Hill menjadi satu-satunya putra mantan juara yang meraih gelar. Rosberg bisa meniru Hill dengan merebut juara dunia setelah 34 tahun ayahnya merebut gelar juara pada 1982.

FORMULA1| AUTORACING| NURHARYANTO

Artikel lain Seri Penentuan Abu Dhabi, Rosberg Mengejar Jejak Ayah